Sejak kuliah saya bersikeras untuk tetap menetap di daerah perkotaan, kenapa ? karena di daerah perkotaan jika anda pandai membaca peluang. Begitu banyak ladang untuk mencari uang secara offline maupun online.
 |
| Perform manja d cafe hibah di pontianak ft bagus dn openg |
Bukan cuma tulisan belaka, alhamduah sejak kuliah saya sendiri sudah bekerja bagian instalatir listrik dan service air conditioner ( pemasaran offline ) serta berdagang online meliputi properti dan kue lapis buatan ibu saya.
 |
| Jualan kue lapis gulung buatan ibu |
Dan tidak ada niat sedikitpun untuk menjadi perawat di daerah pelosok dimana disana bisa menjadi mantri yang rata2 pasti 'kaya', toh saya pikir apa gunanya kaya tapi tinggal daerah pelosok ? dimana listrik susah, belanja susah, tidak ada warkop (ya begitulah pemikiran jika sudah menikmati indahnya tinggal di kota) . Semua itu menjadi momok menakutkan bagi saya, namun jalan allah rupanya lebih indah hehe . Beberapa bulan setelah tamat kuliah, sy masih tetap kekeuh menjadi pengusaha ( bisa di baca post sebelum nya ). Tapi salah satu abang sepupu saya memberikan pengumuman nusantara sehat, salah satu program dari kementerian kesehatan. Program ini adalah program untuk tenaga kesehatan yang berniat ingin mengabdi kepada negara di daerah pelosok, daerah terpencil di seluruh indonesia yang terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan , gizi, perawat gigi, kesling, analis kesehatan dan kesehatan masyarakat. Saya bergumam dalam hati, 'muke gile ke daerah pelosok' hahaha tapi demi menghargai abang sepupu saya, jadi saya ikut mendaftar. tujuan nya adalah jika saya bertemu dia dan dia menanyakan saya apakah sudah daftar dan saya bilang 'sudah' ( kan tidak bohong, mengingat kita sebagai muslim di haramkan untuk berbohong ) . Oh iya, abg sepupu saya namanya Wahyudi, dia salah satu perawat anestesi di rumah sakit provinsi soedarso pontianak. Juga alumni dari stikes yarsi pontianak, dia adalah anak kedua dari kakak nya ayah saya. Back to topic alhamdulillah, saya tidak lulus nusantara sehat pada tahun pertama. kenapa alhamdulillah, ya pokok nya segala puji bagi allah atas segala nikmat yang telah dia berikan kepada kita. Jadi saya tetap melanjutkan bisnis yg saya geluti, usaha cafe hibah dan bisnis2 lain . Setelah tragedi yang saya alami (baca post sebelum nya), saya pulang kampung. nama kampung nya adalah singkawang, secara tatanan daerah ini adalah kota . tp menurut saya singkawang adalah kampung, kampung halaman saya dimana ayah dan ibu saya lama menetap di sini dan mencari nafkah di sini.
 |
| Rio Mustaqim |
 |
| Gerobak pencol |
Disini saya tidak juga menjadi perawat, sy membuka bisnis baru bersama adik sepupu, namanya rio mustakim. dia adalah anak pertama dari adik nya ibu saya, mak udak susi. lambat laun bisnis saya dan adik saya ini lumayan terkenal di kalangan anak muda di singkawang . Entah karena rasa nya atau karena 'mamang' nya tampan allahualam . Dan terjadi lagi tragedi, saya tetap menyalahkan adik saya dalam kasus ini. tapi saya berpikir kembali, sepertinya kesalahan terletak kepada saya. saya terlalu egois dengan bisnis ini seolah2 saya adalah pemimpin nya, tp ketahui lah. tujuan saya hanya ingin kemajuan bisnis. Namanya kaca sudah retak, lambat laun bisnis ini pun runtuh karena salah 1 pendiri kapal mengundurkan diri (baca: bangkrut) hehe.
Kebangkrutan ini lah membuat saya berpikir dan berpikir dan terus berpikir. Hidup ini untuk apa ? Sambil berpikir saya tetap melanjutkan aktifitas seperti biasa yaitu bekerja sebagai perawat di puskesmas singkawang barat ( baca post sebelum nya bagaimana saya bisa bekerja di sini ). Sepanjang saya berkerja saya di ceritakan oleh salah seorang dokter dan perawat senior tentang seorang bidan yang bernama 'tika' . entah siapa wanita itu, yang pasti kak yessy dan kak berti menceritakan kisah si tika yang pergi mengabdi untuk negara lewat nusantara sehat dan terngiang ngiang di otak saya tentang tika itu. tp tetap saja tidak merubah pendirian saya untuk tetap tinggal di kota , namun pendirian saya berubah sejak .. Bersambung ke post selanjutnya ..